Posted on: 12 Oktober 2020 Posted by: Priliana Oktaviany Comments: 0

Ini Dia Berbagai Macam Cuti yang Perlu Anda Ketahui Beserta Aturannya!

Suatu perusahaan pasti memiliki berbagai aturan yang diterapkan demi kelancaran jalannya usaha. Peraturan terkait pengelolaan karyawan merupakan salah satu peraturan penting dalam sebuah perusahaan. Peraturan ini umumnya terdiri dari beberapa macam seperti kedisiplinan karyawan, sistem kontrak kerja karyawan, sistem penghargaan dan hukuman, termasuk aturan cuti karyawan. Pada artikel kali ini, aturan cuti karyawan yang berlaku di Indonesia akan menjadi bahasan utamanya. Salah satu hak karyawan yang wajib dipenuhi oleh perusahaan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia adalah cuti.

Sebagai karyawan, Anda tentu tidak asing dengan istilah cuti. Namun tahukah Anda hak cuti apa saja yang Anda peroleh sebagai karyawan? Jika Anda belum tahu semua, jangan khawatir. Hak cuti karyawan telah diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Ada 7 hak cuti yang wajib Anda ketahui dan peroleh, penjelasan dan detailnya akan diulas sebagai berikut.

1. Cuti Tahunan

Setiap karyawan wajib memperoleh sedikitnya 12 hari untuk cuti tahunan, namun dengan kondisi karyawan tersebut harus sudah bekerja minimal 1 tahun atau 12 bulan lamanya di suatu perusahaan. Lalu bagaimana ketentuannya bagi karyawan yang bekerja kurang dari 1 tahun dan ingin mengambil cuti karyawan?

Pada Pasal 79 ayat (2) dalam UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, karyawan yang berhak mendapat cuti tahunan 12 hari adalah karyawan yang sudah bekerja minimum 1 tahun di perusahaan. Namun terdapat beberapa ketentuan yang menjadi wewenang perusahaan mengenai hak cuti karyawan yang belum bekerja kurang dari 1 tahun. Perusahaan mempunyai pilihan untuk menolak permintaan cuti tersebut atau menyetujui dengan catatan akan diperhitungkan sebagai hutang cuti karyawan yang dimana nanti jika karyawan tersebut mendapatkan jatah cuti tahunan akan langsung dikurangi dengan hutang cuti yang telah diambil oleh karyawan tersebut. Tetapi pada dasarnya kebijakan cuti karyawan sangat tergantung pada perusahaan karena dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa pelaksanaan cuti tahunan ditetapkan berdasarkan hasil diskusi antara karyawan dan perusahaan.

2. Cuti Penting

Apabila Anda tidak bekerja karena suatu alasan penting, Anda berhak mengajukan cuti. Anda berhak atas cuti tidak masuk kerja karena halangan dan tetap dibayar penuh. Alasan atau keperluan penting yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  • Karyawan menikah diberikan cuti selama 3 hari
  • Menikahkan anaknya diberikan cuti selama 2 hari
  • Mengkhitankan anaknya diberikan cuti selama 2 hari
  • Membaptiskan anaknya diberikan cuti selama 2 hari
  • Istri melahirkan atau mengalami keguguran kandungan, diberikan cuti selama 2 hari
  • Suami atau istri, orang tua atau mertua, anak atau menantu meninggal dunia diberikan cuti selama 2 hari
  • Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia diberikan cuti selama 1 hari

Apabila Anda memiliki keperluan penting seperti disebutkan di atas, ajukan permohonan cuti sesuai dengan jumlah hari yang telah diitentukan. Peraturan mengenai cuti penting ini diatur dalam pasal 93 ayat (4) dalam UU nomor 13 tahun 2003. Jika hari yang Anda ajukan melebihi ketentuan mungkin hal itu akan mempengaruhi cuti tahunan Anda. Tanyakan lebih lanjut kepada pihak HRD di perusahaan Anda.

3. Cuti Bersalin atau Melahirkan

Karyawan perempuan berhak mendapatkan cuti bersalin atau melahirkan. Cuti ini diambil sebelum, saat dan setelah melahirkan. Hak cuti melahirkan diberikan agar karyawan perempuan agar dapat mempersiapkan diri sebelum proses melahirkan dan dapat merawat anak dengan baik setelah melahirkan. Cuti hamil tidak mengurangi jatah cuti tahunan karyawan perempuan. Berapa lama masa cuti melahirkan?

Di dalam pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Ketenagakerjaan disebutkan bahwa karyawan perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan. Selanjutnya pada ayat (2) disebutkan pekerja/buruh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.

4. Cuti Besar

Cuti besar disebut juga istirahat panjang. Istirahat panjang ini diperuntukkan bagi Anda yang loyal bekerja selama bertahun-tahun di perusahaan yang sama. Namun tidak semua perusahaan memberikan cuti besar kepada karyawannya. Cuti besar hanya dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu saja. Sebelum Anda merencanakan liburan, Anda harus memastikan apakah perusahaan tempat Anda bekerja akan memberi cuti besar atau tidak. Jatah cuti besar ini tidak mengurangi jatah cuti tahunan karyawan.

Kapan Anda mendapat hak cuti besar? Setelah Anda memiliki masa kerja selama 6 tahun, Anda berhak mendapatkan cuti besar atau istirahat panjang. Anda dapat mengajukan istirahat panjang pada tahun ke-7 dan ke-8 masing-masing selama satu bulan.

Apakah hak cuti besar bisa gugur? Apabila Anda tidak mengajukan cuti besar dalam waktu 6 bulan setelah hak istirahat panjang itu timbul, maka hak Anda dinyatakan gugur. Jadi segera ajukan cuti besar setelah hak itu muncul.

5. Cuti Bersama

Cuti bersama merupakan hak cuti karyawan yang diatur pula oleh pemerintah untuk keperluan masyarakat luas. Cuti bersama diberikan pada hari kurang efektif di antara libur, akhir pekan atau hari raya besar keagamaan atau peringatan hari besar nasional. Apakah cuti bersama berpengaruh terhadap cuti tahunan?

Perhitungan cuti bersama juga diatur dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor SE.302/MEN/SJ-HK/XII/2010 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Cuti Bersama di Sektor Swasta. Di dalam surat edaran tersebut, ditulis bahwa cuti bersama merupakan bagian dari pelaksanaan cuti tahunan. Jadi jika Anda bekerja pada hari-hari cuti bersama, hak cuti tahunan Anda tidak akan berkurang. Namun apabila Anda memilih untuk libur di hari cuti bersama, hal ini akan mengurangi hak cuti tahunan Anda.

Kapan cuti bersama dilakukan? Cuti bersama bersifat fakultatif dan pelaksanaannya diatur berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan. Jadi ada kemungkinan Anda tidak libur saat cuti bersama karena sifatnya fakultatif tersebut.

6. Cuti Sakit

Apabila sakit, Anda berhak mendapatkan cuti. Sakit yang dimaksud di sini adalah sakit menurut keterangan dokter. Jadi Anda juga harus menyertakan surat keterangan dokter apabila hendak memperoleh cuti sakit. Selain itu jika Anda adalah karyawan perempuan, Anda memperoleh hak cuti sakit apabila Anda sedang menstruasi. Hak cuti menstruasi ini pun telah tercantum dalam Undang-undang Ketenagakerjaan.

Apa syarat mengajukan cuti sakit? Jika Anda sakit baik itu karena menderita sebuah penyakit atau kecelakaan di luar kantor atau saat Anda bekerja, Anda berhak mengajukan surat permohonan cuti sakit yang disertai dengan surat keterangan dokter. Lama masa cuti sakit disesuaikan dengan waktu istirahat yang disarankan oleh dokter dalam surat keterangan tersebut.

Berapa lama cuti sakit pada saat haid atau menstruasi? Di dalam pasal 81 ayat (1) tertulis jelas bahwa karyawan perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada perusahaan, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid. Namun pelaksanaannya tetap diatur lebih lanjut dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Apakah cuti sakit berpengaruh terhadap cuti tahunan? Keterkaitan antara cuti sakit dan cuti tahunan seharusnya diatur secara jelas oleh perusahaan. Apabila Anda ingin tahu apakah cuti sakit berpengaruh terhadap cuti tahunan, Anda dapat melihat kembali peraturan perusahaan, perjanjian kerja atau surat kesepakatan bersama yang telah Anda miliki. Pada dasarnya hal ini kembali pada kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan untuk memberlakukan cuti sakit ke dalam cuti tahunan atau tidak.

7. Cuti Berbayar

Cuti berbayar adalah cuti dimana perusahaan masih memberikan upah atau gaji kepada karyawan, walaupun karyawan mengambil cuti. Pada pasal 93 UU nomor 13 tahun 2003, diberitahukan bahwa karyawan tidak akan mendapat upah apabila tidak masuk kerja.

Perusahaan wajib membayar upah karyawan pada kondisi cuti sakit, cuti penting, cuti melahirkan dan cuti ketika Anda melakukan kewajiban terhadap negara, ibadah atau cuti karena tugas dari perusahaan. Khusus untuk cuti sakit, 4 bulan pertama Anda akan dibayar upah penuh, apabila masih sakit maka akan dibayarkan 75% untuk 4 bulan kedua dan apabila masih belum sembuh setelah 8 bulan maka karyawan memperoleh upah 50% dan untuk bulan-bulan selanjutnya akan dibayarkan 25% sampai pemutusan hubungan kerja karyawan.

Macam-macam cuti diatas adalah cuti standar yang ditetapkan pemerintah bagi perusahaan di Indonesia. Setiap penyusunan aturan terkait hak cuti untuk karyawan harus mempertimbangkan produktivitas perusahaan dan keperluan karyawan secara umum. Sehingga tidak akan mengganggu kinerja perusahaan. Sekian penjelasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat 🙂

Categories:

Leave a Comment