Posted on: 23 April 2021 Posted by: Priliana Oktaviany Comments: 0

Belum Punya NPWP? Ada Risikonya, lho!

Kalau sudah mulai punya penghasilan sendiri, seharusnya istilah Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tidak lagi asing bagi Anda. Sebagai warga negara Indonesia, wajib hukumnya untuk mempunyai NPWP khususnya bagi yang sudah bekerja. Pasalnya, nomor pokok tersebut dibutuhkan dalam proses bayar pajak.

Mau tahu apa saja yang bisa terjadi pada seseorang yang belum punya NPWP meski sudah waktunya? Yuk, temukan jawabannya di artikel berikut ini.

Kriteria Wajib Punya NPWP

Melansir Direktorat Jenderal Pajak, peraturan soal NPWP diatur di Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak nomor SE-60/PJ/2013. Dalam Surat Edaran tersebut, dinyatakan bahwa setiap wajib pajak harus memiliki satu NPWP.

Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan menyantumkan bahwa orang yang tergolong wajib pajak adalah orang yang sudah menerima atau memperoleh penghasilan.

Kalau penghasilan seseorang sudah di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) selama setahun penuh, maka ia tergolong wajib pajak. Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI No. 101/PMK.010/2016 tentang Penyesuaian PTKP, dijelaskan jumlah PTKP untuk WP Orang Pribadi (WP OP) adalah Rp54.000.000 setahun atau Rp Rp4.500.000 per bulan. 

Dengan begitu, jika WP berpenghasilan Rp4.500.000 sebulan, maka berdasarkan aturan PTKP 2020, dibebaskan dari pungutan PPh 21. Pembebasan tersebut didasarkan pada ambang batas tarif PTKP. Jika penghasilan tahunan melebihi ambang batas, maka wajib pajak harus membayar PPh 21. Jadi, kalau gaji Anda dalam setahun lebih besar dari nominal tersebut, bayar pajak menjadi wajib. Nah, kalau Anda merasa tergolong wajib pajak, berarti punya NPWP adalah sebuah keharusan.

Risiko Tidak Punya NPWP

1. Harus bayar PPh lebih besar

Tidak peduli apa pun pekerjaan Anda, salah satu risiko utama tidak punya NPWP adalah harus membayar PPh yang lebih tinggi. Tanpa NPWP, Anda harus bayar pajak sebesar 20% dari total penghasilan Anda selama setahun. Padahal, aturan bayar PPh 21 yang sewajarnya hanyalah 5% menurut Direktorat Jenderal Pajak.

2. Potongan pajak lebih tinggi saat PHK

Risiko lainnya yang tidak kalah mengkhawatirkan adalah potongan pajak yang lebih tinggi saat PHK. Ketika PHK, Anda berhak untuk mendapat pesangon. Akan tetapi jika tidak memiliki NPWP, pesangon ini akan dipotong sebesar 20%. Ini berlaku untuk pesangon yang dibayarkan langsung sekaligus. Sementara kalau pesangon yang diberikan bertahap, maka tarif yang diberikan tiap tahunnya menjadi 20% lebih tinggi dibanding karyawan yang punya NPWP.

3. Sulit mengajukan pinjaman ke bank

Bank akan lebih sulit percaya pada Anda jika tidak punya NPWP. Jadi akan lebih sulit untuk mengajukan pinjaman atau kredit. NPWP merupakan dokumen wajib yang harus dilampirkan ketika mengajukan pinjaman ke bank. Tentunya tanpa dokumen tersebut, permohonan Anda bisa langsung ditolak, tidak peduli apa pun alasannya Anda diwajibkan memiliki NPWP terlebih dahulu.

4. Harus bayar pajak lebih banyak saat belanja barang dari luar negeri

Selain potongan PPh 21 yang lebih tinggi, Anda juga akan mengalami hal yang sama saat berbelanja barang dari luar negeri. Ada potongan PPh yang lebih tinggi untuk orang-orang yang tidak punya NPWP, yaitu sebesar 15%. Padahal jika punya NPWP, pajaknya hanya 7,5%.

5. Susah mengurus visa

NPWP sering diminta imigrasi dalam proses pembuatan visa. Tanpa visa, Anda tidak bisa mengunjungi banyak negara di dunia. Kalau tidak mampu menunjukkan kepemilikan NPWP, permohonan pembuatan visa kemungkinan besar akan ditolak. Paling tidak, prosesnya akan sangat sulit dibanding yang punya NPWP.

Sanksi Tidak Punya NPWP

Tidak hanya mengalami berbagai kesulitan, tentu ada juga sanksi yang berlaku kalau Anda tidak punya NPWP. Hal ini berlaku jika Anda sudah memenuhi ketentuan perpajakan, namun tidak mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP. Karena hal ini dianggap merugikan negara, Anda bisa dipidana selama paling tidak 6 bulan dan maksimal 6 tahun. Selain itu, Anda juga bisa dikenakan dengan setidaknya 2 kali lipat dari utang pajak yang tidak dibayar.

Setelah memahami risiko dan sanksi tidak punya NPWP, jadi disarankan untuk langsung urus kepemilikan NPWP agar tidak menyulitkan dalam hal apapun. Semoga artikel ini membantu 🙂

Categories:

Leave a Comment